Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita Properti » Cermati 4 Poin Ini Agar Tak Tertipu Iklan Properti

Cermati 4 Poin Ini Agar Tak Tertipu Iklan Properti

(406 Views) April 4, 2016 3:40 am | Published by | No comment

Harga properti yang kian mahal tentunya membuat banyak orang mudah tergiur dengan harga promosi dari pengembang. Namun Anda jangan langsung terpikat dengan bahasa iklan yang digunakan pengembang. Anda perlu mencermatinya agar Anda tidak salah menangkap maksudnya dan akhirnya kecewa karena merasa tertipu.

Pada umumnya iklan properti di media online, cetak, televisi, brosur, hingga banner yang ada di jalan menggunakan gaya bahasa pemasaran yang menarik dan kreatif, tetapi bermakna ambigu. Untuk itu, cermati beberapa hal berikut ini agar tidak tertipu saat membeli properti.

cermati_4_poin_berikut
1. Uang Muka

Dengan iming-iming promo uang muka (down payment/DP) yang ringan mampu menarik perhatian calon pembeli. Seperti promo uang muka cuma 10% dengan keringanan cicilan DP atau beli rumah tanpa uang muka.

Meski iklannya tertulis demikian, namun biasanya promo tersebut memiliki berbagai persyaratan tertentu. Oleh sebab itu, tanyakan hal ini ke bagian marketing agar mendapatkan informasi yang detail.

2. Harga dan Cicilan

Bahasa iklan properti kerap menuliskan harga jual dengan kata berakhiran ‘–an’ untuk memberikan kisaran angka yang tidak spesifik. Seperti rumah dijual Rp 300 jutaan atau cicilan ringan Rp 50 ribuan per hari. Dan terkadang dalam spesifikasinya, ternyata jutaan yang dimaksud adalah Rp 390 juta, tetapi yang mungkin Anda tangkap adalah Rp 300 juta.

3. Lokasi

Lokasi, lokasi dan lokasi. Hal utama yang sering dicari pembeli tentunya lokasi properti yang strategis. Makanya pengembang suka menonjolkan nilai plus propertinya yang diklaim strategis. Seperti dekat dengan bandara, hanya 5 menit dari gerbang tol dan sebagainya. Oleh sebab itu, jika Anda melihat iklan properti yang mengatakan bahwa huniannya berada di lokasi strategis, maka lebih baik Anda mengecek langsung ke lokasi properti untuk memastikannya.

4. NUP

NUP atau Nomor Urut Pembelian yang bisa diperoleh oleh pembeli potensial beberapa hari atau minggu sebelum peluncuran properti. NUP jadi strategi pengembang untuk memasarkan produknya dengan harga murah tetapi unitnya terbatas sehingga peminatnya banyak. Biasanya pengembang menawarkan promo seperti beli rumah Rp 200 juta untuk 10 pembeli pertama. Namun harga selanjutnya akan ditentukan berdasarkan kuantitas NUP yang diberikan, di mana yang cepat membelinya akan mendaptkan harga yang lebih murah. Jadi, Anda perlu pahami skema NUP yang ditawarkan pengembang.

 
sumber : finance.detik.com
gambar : progress.majesticwatervillage.com

No comment for Cermati 4 Poin Ini Agar Tak Tertipu Iklan Properti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *