Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita Properti » Dunia Properti Indonesia Diprediksi Booming Pada 2018

Dunia Properti Indonesia Diprediksi Booming Pada 2018

(1149 Views) May 2, 2016 4:58 am | Published by | No comment

Sejumlah pelaku usaha memprediksi bisnis properti akan mengalami, booming pada 2018.CEO Lippo Homes Ivan Budiono memperkirakan, pasar properti pada semester 11/2016 mulai menanjak karena didorong oleh pertumbuhan ekonomi nasional.

pekerja konstruksi
Tahun depan, ekonomi global juga membaik setelah mengalami guncangan sepanjang periode 2015, seperti anjloknya harga minyak dan komoditas, menurunnya pertumbuhan ekonomi China, serta ketidakpastian kenaikan suku bunga The Fed. Dia meyakini, suku bunga The Fed akan naik dalam waktu dekat untuk mencegah situasi ekonomi Amerika Serikat yang overheated. Tentunya, negeri Paman Sam sebagai pusat ekonomi dunia, tidak akan membuat kebijakan yang merugikan Negara lain karena akan berdampak kembali terhadap AS. Kondisi Indonesia juga kian stabil dengan prediksi pertumbuhan ekonomi tahun depan sekitar 5,3%.

Sektor properti ikut terdorong dan mulai terlihat pada paruh kedua 2016. Apalagi Bank Indonesia mengindikasikan suku bunga 7,5% akan mengalami penurunan. “2018 Bisa terjadi booming properti lagi, tapi mulainya saya lihat semester kedua 2016. Rupiah juga sudah stabil. BI juga mengindikasikan akan menurunkan bunga. Properti itu tabrakannya dengan suku bunga, kalau bunga langsung dihajar naik, propertinya nyungsep,” terangnya, Sabtu (5/12). Adapun sektor yang masih dominan ialah hunian bagi masyarakat menengah ke bawah karena adanya beragam kemudahan subsidi dari pemerintah. Kemudian, dengan dampak boomingnya ekonomi, apartemen kelas menengah ke bawah juga ikut terdongkrak.

Presiden Direktur PT Prioritas Land Indonesia Marcellus Chandra mengatakan, tahun depan akan menjadi masa percepatan ketika harga properti mulai merangkak naik. Dia menambahkan, dalam
tiga tahun berdasarkan siklus, harga properti akan mengalami kenaikan hingga 100%. “Ini saat yang tepat untuk investasi. Kalau sekarang harga Rp300 juta, 3 tahun-4 tahun lagi [bisa naik menjadi] Rp 1 miliar bukan hal yang mustahil,” ujarnya kepada Bisnis,Jumat (4/12). Marcellus mengakui, penjualan properti tahun ini memang melambat. Dia menyebutkan, penjualan apartemen yang digarap perseroan turun sekitar 20%. Kendati demikian, tahun depan penjualan diprediksi menanjak. Dia menjelaskan, deregulasi sejumlah kebijakan di sektor properti akan menjadi faktor pendorong di samping perbaikan pertumbuhan ekonomi. Di samping itu, rencana pemerintah menerapkan pengampunan pajak atau tax amnesty akan berdampak signifikan terhadap penjualan properti. Implementasi pasar bebas Asia Tenggara juga dinilai akan menjadi ceruk pasar baru bagi penjualan properti di dalam negeri. “MEA [Masyarakat Ekonomi Asean] juga akan memberikan peluang penjualan tahun depan ya,” ujarnya.

Implementasi pasar bebas Asean akan berlangsung pada per 31 Desember 2015. Dampak dari implementasi ini antara lain melimpah-nya pekerja asing ke Indonesia. Direktur Keuangan dan SDM HK Realtindo Taufik Hendra Kusuma menuturkan, berdasarkan riset sejumlah perusahaan konsultan properti, pada kuartal terakhir 2015 pasar mulai mengalami perbaikan setelah melambat sepanjang tahun. Adapun segmen yang memperlihatkan grafik kenaikan adalah kawasan industri dan perkantoran. Namun, secara keseluruhan titik balik baru terasa pada semester kedua 2016. Pada 2017, pasar berangsur membaik dan mendekati kondisi normal kembali.

DITOPANG KPR

Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia Panangian Simanungkalit memperkirakan pertumbuhan bisnis properti tahun depan mencapai 8%-10%. Dia menjelaskan, pertumbuhan akan ditopang oleh pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) yang diprediksi mencapai 15% atau setara Rp80 triliun penyaluran kredit baru. Proyeksi ini berlaku dengan asumsi ada perbaikan pertumbuhan ekonomi ke level 5,2% dan level BI Rate di bawah 7%.

“Grafiknya naik, tapi masih slow. Kalau pasarnya sedang bagus, kredit properti bisa naik hingga 25%. Karena masih slow jadi, antara 13 % -15%, atau sekitar Rp70 triliun-Rp80 triliun,” ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (5/12). Panangian menerangkan, kenaikan harga properti akan terjadi pada rumah menengah ke bawah dengan harga di bawah Rp500 juta. Untuk apartemen, tipe yang paling diminati adalah studio dan dua kamar tidur berbanderol maksimal Rp700 juta. Panangian menuturkan, pengembang harus bisa menyiasati perubahan selera pasar di kelas menengah bawah sehingga mendapatkan keuntungan grafik pertumbuhan ekonomi.

sumber : bisnis indonesia
gambar : insurancejournal.com

No comment for Dunia Properti Indonesia Diprediksi Booming Pada 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *