Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Prioritas Land » Mercellus Chandra – Memilih Wilayah Berkembang

Mercellus Chandra – Memilih Wilayah Berkembang

(890 Views) April 6, 2015 5:11 am | Published by | No comment

PRIORITAS-LAND INDONESIAKetika mendirikan PT. Prioritas Land Indonesia (PLI), tahun, saya memilih Bali sebagai lokasi awal meniti usaha bisnis properti. Karena saya sendiri melihat perkembangan usaha properti di Pulau Dewata amat pesat. Apalagi dulu sudah ada rencana pembangunan jalan tol laut yang saat ini sudah beroperasi, serta perluasan Bandara In-ternasional Ngurah Rai, mulai marak diberitakan media. Tapi saya akui. Tidak mudah bagi pengembang pemula seperti saya untuk bisa menjual proyek properti. Ketika saya memasarkan produk perdana Prioritas Land Indonesia yaitu Villa Majestic Point di Nusa Dua Bali, setiap pembeli pasti selalu bertanya.

Apa proyek properti kami sebelumnya? Sudah pasti mereka tidak akan percaya kalau saya jawab ini adalah proyek pertama kami. Apalagi harga Villa Majestic Point juga tidak murah, yaitu sekitar Rp 5 miliar per unit sampai Rp 6 miliar per unit. Target pasar kami memang menyasar kalangan kelas menengah, atas. Tidak mudah menggarap pasar ini, apalagi bagi pemain baru seperti kami. Saya bersama komisaris Prioritas Land Indonesia, Victor Irawan, turun langsung menemui, calon pembeli untuk meyakinkan mereka bahwa produk kami sesuai dengan kebutuhan mereka.

Upaya kami membuahkan hasil. Seluruh unit di Villa Majestic Point sudah habis terjual hanya dalam kurun waktu setahun. Kemudian, tahun 2012, Prioritas Land mulai mengembangkan sayap ekspansi ke ,Serpong yang sedang mengalami booming properti. Harga tanah di wilayah ini bisa naik sampai tiga, kali lipat dalam setahun. Pada prinsipnya, perusahaan kami, memang selalu melihat daerah mana yang sedang berkembang. Berbekal prinsip ini, kami pun merambah, Bekasi serta menambah proyek di Serpong dan Bali.

Ini adalah wilayah, yang kami yakini masih punya prospek bisnis yang bagus. Sejak awal berbisnis properti sampai memiliki portofolio proyek cukup banyak seperti sekarang, kami belum pernah, mengajukan pinjaman bank. Kami mengandalkan modal sendiri dan investor untuk mendanai ekspansi bisnis. Dengan cara seperti itu, kami bisa memegang kendali sepenuhnya atas bisnis sendiri. Memang, bisnis apapun pasti ada siklusnya. Begitu pula dengan properti. Saat ini siklus sedang melambat, namun bukan berarti kami harus diam berpangku tangan begitu saja. Kami harus bergerak supaya bisa menggulirkan bisnis perusahaan ini. Untuk itu saya sudah, membentuk tim pemasaran terdiri dari 40 orang. Tim pemasaran ini melakukan roadshow menjual proyek-proyek kami sampai ke daerah-daerah. Selain itu, untuk bisa menarik minat pasar, pengembang juga harus punya konsep yang menarik.

Misalnya, walau membangun apartemen murah, seharga Rp 300 jutaan per unit, desain dan kualitas bahan bangunan apartemen ini tak boleh murahan. Prinsip inilah yang membuat Prioritas Land bisa berkembang.Tahun depan, saya ingin mencatatkan saham perdana perusahaan ini di Bursa Efek Indonesia (BEI). Target kami melepas 20%-30% saham ke publik. Jika sudah menjadi perusahaan terbuka, saya yakin akan lebih mudah mendapat kepercayaan investor. Nantinya, dana hasil initial public offering (IPO) akan kami gunakan untuk ekspansi lahan baru. Prioritas kami adalah daerah yang sedang berkembang, seperti kota penyangga, Jakarta.

 

sumber : Kontan

 

No comment for Mercellus Chandra – Memilih Wilayah Berkembang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *