Menu Click to open Menus
Home » Properti » Modal Nekat untuk Lima Proyek dalam Tiga Tahun

Modal Nekat untuk Lima Proyek dalam Tiga Tahun

(988 Views) April 27, 2015 2:08 am | Published by | No comment

MARCELLUS Chandra Prioritas LandTidak terbayangkan dari sebuah impian, Marcellus Chandra mengelola perusahaan properti dengan lima proyek besar dan sejumlah rencana proyek lain. Dari sebuah proyek vila di Pulau Bali, kini mereka merambah bisnis bangunan gedung tinggi di sekitar Jakarta. Semuanya diraih selama tiga tahun dalam grup usaha Prioritas Land Indonesia. Meski sebagai pemain pemula, baik dari pengalaman maupun umur, mereka yang berumur di bawah 40 tahun mampu membawa Prioritas Land Indonesia meraih sukses dalam bisnis properti. Untuk mengetahui kisah grup ini, Kompas mewawancarai Presiden Direktur Prioritas Land Indonesia Marcellus Chandra beberapa waktu lalu.

Bagaimana ceritanya Anda terjun Ice properti?

Saya mengambil jurusan teknik sipil ketika belajar di Australia. Ayah saya seorang kontraktor yang membangun rumah-rumah biasa di Surabaya. Sejak keel saya terinspirasi dengan cerita-cerita pengembang-pengembang besar dari majalah dan koran. Rasanya, mereka itu kok orang luar biasa.

Dalam satu generasi, mereka bisa menciptakan dinasti properti yang begitu besar dengan nilai triliunan. Saya berpikir, bagaimana mereka bisa seperti itu? Itu yang membuat saya terpukau. Cita-cita saya ingin seperti mereka, yaitu ingin menjadi pengembang. Tahun 2005, saya balik ke Indonesia. Saat di Australia, saya lebih banyak belajar penjualan dan pemasaran. Sebagai seorang teknik, saya merasa tidak bergaul dan kurang berteman, mainnya di belakang komputer terus. Saya harus belajar berbicara dengan orang. Akhirnya, saya terjun di dunia penjualan. Pertama kali, saya berjualan jasa TV kabel. Saya dilatih seminggu. Minggu berikutnya, kami naik mobil bersama-sama dan didrop di satu area perumahan dan disuruh ketok pintu untuk menawarkan TV kabel itu. Mental kita dilatih.

Pelajaran apa yang Anda da-pat dari pekerjaan itu?

Dari sini saya belajar banyak. Setelah itu, saya lama di bisnis multilevel marketing. Saya belajar berbicara dengan orang, presentasi, pelatihan, dan bergaul. Saya sempat empat tahun berada di bisnis ini. Dari hal itu, saya merasa kepribadian orang bisa berubah. Kalau saya semula tidak bisa berbicara alias kurang pergaulan, akhirnya setelah bertahun-tahun di bidang penjualan, kepribadian saya berubah. Sekarang sudah sering berbicara, presentasi, dan memberikan pelatihan, hingga akhirnya 2011 mendirikan Prioritas Land ini. Saya bertemu dengan Victor Irawan. Waktu itu dia mau membangun rumah dan kami berkenalan, terus akhirnya kami nyambung. Dia mengajak saya mencari lahan dan kami mencoba menggarap proyek bersama. Ternyata dia juga sama cita-citanya, ingin menjadi pengembang. Akhirnya kami cari tanah di Bali, kami dapat 8.000 meter persegi. Lalu, kami beli dan kami konsep vila. Kami jual kok laku juga. Dalam waktu enam bulan, produk kami bisa terjual habis. Dari situ awalnya. Dari Bali, kami coba di Jakarta. Kami berburu tanah dan mempelajari daerah yang berkembang. Pada 2012 sampai sekarang, kawasan Gading Serpong lagi laris-laris-nya Harga tanah waktu itu mulai melambung, yang tadinya Rp 7 juta menjadi Rp 20 juta per meter persegi. Waktu itu timnya cuma empat orang. Lalu, kami kumpulkan agen-agen properti. Kami adakan acara peluncuran di Hotel Mulia. Ternyata penjualannya luar biasa.

Anda terlibat langsung?

Ya, sampai sekarang juga masih, siapa lagi? Saya merasa harus bisa semua. Saya juga berjualan. Semalam saya berjualan di Plaza Senayan. Saya presentasi juga untuk pertemuan 40 orang. Setelah ini, kami presentasi di Kelapa Gading. Tetapi, saya juga mulai bagi-bagi tugas, seperti untuk acara wawancara di radio, saya serahlan kepada manajer saya. Saya mempunyai tim pemasaran dengan anggota 40 orang. Total kini kami sudah memiliki lima proyek, termasuk yang di Bali sebagai proyek awal. Proyek terbesar di Gading Serpong ini, dengan tanah 3 hektar, luas bangunan 3.000 meter persegi, dan anggaran konstruksi Rp 1,5 triliun.

Bagaimana Anda memandang proyek pertama ini hingga Anda berani dan percaya diri membuat proyek yang lebih besar?

Percaya diri pasti, tetapi harus ada nekatnya. Saya dan Victor cukup kompak. Saya lebih konservatif, tetapi Victor lebih berani ambil risiko. Dia yang asal terabas dan saya masih berpikir. Kami berusaha semaksimal mungkin, tetapi bergantung kepada Yang di Atas. Terus terang, berkali-kali saya mengalami mukjizat.

Banyak orang nekat di dunia properti, seperti apa kenekatan mereka?

Banyak orang nekat di dunia properti, tetapi terus terang saya termasuk masih yang biasa-biasa saja. Keunggulan kami karena kami masih baru dan muda sehingga mengambil keputusan lebih cepat.

Anda masuk Ike rimba yang raksasanya banyak, mengapa Anda berani?

Kami bersebelahan dengan berbagai pengembang. Namun, kami punya lokasi unik Kami berkompetisi bukan dalam arti bermusuhan karena kami memiliki konsep yang berbeda.

 

Sumber : KOMPAS

Save

No comment for Modal Nekat untuk Lima Proyek dalam Tiga Tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *