Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Desain Rumah » Taman Kecil Belakang Rumah Minimalis

Taman Kecil Belakang Rumah Minimalis

(299 Views) January 9, 2017 6:40 am | Published by | Comments Off on Taman Kecil Belakang Rumah Minimalis

desain taman-kecil-belakang-rumah-minimalisBagi masyarakat Indonesia, tipe residensial favorit masih terpusat pada jenis landed house atau rumah tapak dibandingkan dengan apartemen atau unit vertikal. Faktor yang merupakan magnet besarnya animo masyarakat memilih rumah tapak adalah kepemilikan halaman atau taman pribadi yang tidak didapatkan oleh penghuni apartemen. Ya, taman atau halaman memang berlakon sebagai penyejuk yang memasok sirkulasi oksigen di setiap rumah sekaligus menjadi penyejuk mata yang memberikan efek positif bagi sang empunya rumah. Keberadaan taman menghadirkan kesan asri di rumah sehingga menjadi tolak ukur rumah impian bagi setiap oramg.

Letak taman di rumah bermacam-macam dan dapat disesuaikan dengan selera serta lahan yang dimiliki. Disambut taman depan rumah atau menikmati taman di dalam rumah? Jika kebetulan Anda memiliki sedikit space sisa di belakang rumah tentu sayang apabila dibiarkan terbengkalai. Menghadirkan pengijauan ke dalam hunian, taman mungil belakang rumah dirasa tepat jika Anda ingin memiliki privasi lebih dalam pemanfaatannya. Lalu bagaimana cara membuat taman kecil belakang rumah minimalis tampak memukau? Simak model taman kecil belakang rumah hingga cara menata taman kecil di belakang rumah dari Lamudi berikut ini.

Konsep Taman Hias Belakang Rumah Minimalis

Sebenarnya dasar dalam konsep taman minimalis adalah solusi penghijauan bagi hunian dengan lahan terbatas terutama di kota besar. Malahan belakangan tren minimalis kian meluas di masyarakat dengan menerapkan gaya simple ini di rumah mewah dengan lahan yang luas. Baik taman minimalis belakang rumah tipe 36 atau rumah mewah berukuran luas, tampilannya tampak rapi dan terkesan modern sehingga tetap digemari hingga kini. Langkah pertama, pelajari ruang taman dan lakukan mind mapping sebagai pengerucutan desain yang diinginkan. Intip langkah mind mapping yang bisa dijadikan inspirasi sebagai berikut:

Taman Kering atau Taman Basah

Taman kering berbeda dengan taman basah yang menggunakan tanah dan rumput sebagai pijakan. Taman kering dirancang kering sehingga pijakan yang dipilih biasanya adalah lantai, dasar semen kasar, kerikil dan bebatuan alam atau rumput sintetis. Untuk lahan sempit, jenis ini paling praktis dalam pembuatannya karena hanya terdiri dari beberapa tanaman di dalam pot seperti kaktus yang mudah dalam perawatannya. Bisa juga memilih pohon palem, kamboja, atau bonsai dengan media tanam tanah di beberapa spot. Sedangkan taman basah lebih kepada penggunaan dasar tanah dan tanaman yang tumbuh diatasnya atau ditambah dengan dasar rumput. Dengan demikian dapat menampilkan suasana lebih hijau dan memberikan kesan berada diluar area rumah bagi penghuninya.

Tentukan Pemanfaatan Taman Hias Impian Anda

Menginginkan taman hias belakang rumah untuk menyalurkan hobi berkebun atau lebih memilih sebagai tempat bersantai di waktu senggang? Bagi Anda yang hobi berkebun, salurkan hobi kecil-kecilan dengan bercocok tanam tanaman sederhana. Dengan memilih sisi lain, hidup sehat dengan konsumsi sayur organik tengah menjadi tren. Tanaman yang dapat dipilih diantaranya adalah sawi, bayam. kangkung, kailan, cabai, dan tomat. Atau yang lainnya seperti obat atau bumbu dapur seperti jahe, sereh, kayu manis, dan rempah-rempah lainnya. Tanaman ini bisa juga ditanam  menggunakan wadah polybag atau pot agar lebih praktis.

Bagi Anda yang ingin memanfaatkan taman untuk leyeh-leyeh atau pesta kecil barbeque dengan kerabat, buatlah taman senyaman mungkin dengan kursi dan meja minimalis. Suka baca buku? Tambahkan koleksi buku Anda di rak minimalis sehingga dapat berfungsi menjadi reading room yang cukup cantik. Memfasilitasi hobi lain pun bukan tak mungkin untuk diterapkan. Lanskap mini golf atau spot untuk yoga atau berendam di jacuzzi? Kenapa tidak? Elemen tambahan untuk taman mini di belakang rumah seperti air mancur atau kolam ikan tentu menambah nilai estetis. Namun kabarnya, germecik air juga memberikan relaksasi sehingga dapat mengurangi stress. Sama halnya dengan memilih pijakan rumput yang dipercaya dapat memberikan efek serupa ketika seseorang menginjaknya. Tak ada salahnya pula membuat jalur terapi akupuntur karena menginjak bebatuan atau kerikil dipercaya merupakani sarana refleksi yang dapat membantu memulihkan berbagai penyakit. Setelah rampung, lanjutkan dengan membuat design layout sederhana untuk kemudian diaplikasikan secara nyata. Masih bingung menentukan desain dan butuh referensi? Simak desain taman belakang rumah minimalis yang dapat dijadikan referensi.

Desain Taman Belakang Rumah Minimalis Modern

Popularitas desain taman belakang rumah minimalis modern dari tahun 2014 hingga saat ini masih saja menjadi tren dalam arsitektur. Agar perancangan desain taman impian Anda lebih maksimal, simak beberapa ide segar melalui gambar desain berikut:

Cara Menata Taman Kecil Belakang Rumah

Taman berukuran mini di belakang rumah tentu lebih mudah untuk ditata karena lahannya tak begitu luas. Untuk Anda yang memilih jenis taman mini kering, akan lebih dipermudah lagi karena tanaman hias yang digunakan tak perlu perawatan khusus. Tanaman hias dengan karakter porous menahan sedikit air, jenis kaktus yang butuh sedikit air, dan palem cukup mudah dalam perawatan. Kecuali jika memilih jenis bunga-bungaan, Anda harus lebih telaten dalam perawatannya.

Cara merawat taman kecil belakang rumah cukup simple apalagi jika memilih taman tanpa adanya rumput. Hal ini dapat lebih memudahkan karena tak butuh waktu ekstra untuk memangkas agar tetap pas ketinggiannya. Menggunakan dasar kerikil dan batu alam lebih mudah namun butuh perhatian agar tak berlumut. Jadi bukan berarti tak butuh perawatan, landscape nan cantik sebagai realisasi taman impian Anda harus tetap dijaga kebersihannya agar tetap neat sehingga sesuai dengan konsep minimalis.

 

Sumber : Lamudi

Comment Closed: Taman Kecil Belakang Rumah Minimalis

Sorry, comment are closed for this post.